Buku ini lahir dari sebuah keyakinan sederhana namun sangat mendasar: bahwa untuk memahami ekonomi secara sungguh-sungguh, kita perlu memahami manusianya. Angka-angka statistik dan model-model matematis yang mendominasi analisis ekonomi kontemporer merupakan alat yang sangat berguna, namun ia seringkali tidak mampu menangkap hal yang paling penting—cara manusia yang nyata, dalam kehidupan yang nyata, memahami dan menjalani realitas ekonomi yang melingkupi mereka. Di sinilah penelitian kualitatif menemukan panggilannya yang paling esensial: memberikan akses ke dimensi kemanusiaan dari kehidupan ekonomi yang tidak bisa didistilasi ke dalam angka.
Indonesia merupakan konteks yang sangat istimewa untuk penelitian kualitatif ekonomi. Dengan lebih dari 270 juta penduduk yang tersebar di ribuan pulau, dengan keragaman etnis, bahasa, dan tradisi yang luar biasa, dengan ekonomi yang mencakup spektrum dari komunitas adat yang masih mengandalkan praktik-praktik pengelolaan sumber daya berbasis adat hingga ekosistem startup digital yang berkembang dengan kecepatan yang menakjubkan—Indonesia menyediakan laboratorium yang sangat kaya bagi peneliti yang ingin memahami bagaimana ekonomi beroperasi dalam konteks yang beragam dan kompleks. Namun paradoksnya, penelitian ekonomi di Indonesia masih sangat didominasi oleh pendekatan kuantitatif yang diimpor dari tradisi akademis Barat—dan yang seringkali tidak cukup peka terhadap kekhasan konteks Indonesia.
Buku ini ditulis untuk menjawab kebutuhan yang sangat nyata di kalangan mahasiswa ekonomi, peneliti, dan praktisi kebijakan di Indonesia: kebutuhan akan panduan yang komprehensif, rigorous, namun juga kontekstual tentang cara melakukan penelitian kualitatif yang berkualitas tinggi dalam bidang ilmu ekonomi. Panduan-panduan metodologi penelitian kualitatif yang tersedia sebagian besar ditulis dalam bahasa Inggris dan untuk konteks akademis yang sangat berbeda dari konteks Indonesia. Buku-buku metodologi dalam bahasa Indonesia seringkali sangat dangkal dalam hal kedalaman metodologis atau sangat jauh dari realitas penelitian ekonomi. Buku ini berupaya mengisi celah tersebut.
Perjalanan melalui tiga puluh bab buku ini merupakan perjalanan yang dimulai dari pertanyaan-pertanyaan filosofis yang paling mendasar—tentang hakikat pengetahuan, tentang hubungan antara peneliti dan yang diteliti, tentang apa yang bisa kita klaim sebagai kebenaran dalam ilmu sosial—dan kemudian secara bertahap bergerak melalui berbagai dimensi praktis dari pelaksanaan penelitian. Filsafat dan paradigma penelitian kualitatif memberikan fondasi yang tidak boleh diabaikan, karena setiap keputusan metodologis pada akhirnya berakar dalam asumsi-asumsi tentang realitas dan pengetahuan yang perlu dipahami secara eksplisit.
Dari fondasi filosofis tersebut, buku ini mengeksplorasi berbagai desain penelitian kualitatif yang berbeda—studi kasus, grounded theory, fenomenologi, etnografi, penelitian naratif, analisis wacana, dan penelitian tindakan partisipatif—masing-masing dengan filosofi, prosedur, dan kekuatan yang khasnya. Setiap pendekatan diilustrasikan dengan contoh-contoh dari konteks penelitian ekonomi Indonesia sehingga pembaca bisa memahami relevansinya untuk persoalan-persoalan yang paling aktual. Tidak ada satu pendekatan yang dinyatakan "terbaik"—setiap pendekatan memiliki kelebihan yang membuatnya sangat tepat untuk jenis pertanyaan dan konteks tertentu.
Dimensi praktis dari penelitian kualitatif mendapat perhatian yang sangat serius dalam buku ini: bagaimana membangun akses ke lapangan dan membangun kepercayaan dengan informan, bagaimana melakukan wawancara mendalam yang menghasilkan data yang kaya dan bermakna, bagaimana mengelola dan menganalisis data yang kompleks, dan bagaimana menjaga standar keabsahan yang tinggi sepanjang proses penelitian. Bab-bab tentang analisis data secara khusus membahas prosedur-prosedur yang sangat konkret—dari coding dan kategorisasi, hingga analisis tematik, hingga pembangunan teori—yang memberikan panduan yang bisa langsung diaplikasikan.
Buku ini juga sangat serius dalam membahas dimensi etis dari penelitian kualitatif ekonomi—yang seringkali diabaikan dalam panduan metodologi yang lebih teknis. Peneliti yang bekerja dengan komunitas yang rentan, yang mengumpulkan data tentang kehidupan pribadi dan kondisi keuangan informan, atau yang melakukan penelitian yang hasilnya bisa mempengaruhi kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan banyak orang—memiliki tanggung jawab etis yang sangat besar yang harus diambil dengan sangat serius.
Di penghujung perjalanan ini, harapan yang paling mendasar adalah bahwa buku ini berkontribusi pada pengembangan tradisi penelitian kualitatif ekonomi yang kuat di Indonesia—tradisi yang rigorous dalam standar metodologisnya, relevan dalam orientasi tematiknya terhadap persoalan-persoalan ekonomi yang paling mendesak di Indonesia, dan bermakna dalam kontribusinya bagi pemahaman dan kebijakan. Penelitian kualitatif ekonomi yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang—dalam kapasitas intelektual bangsa untuk memahami dirinya sendiri dan untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih bijak tentang masa depan ekonominya.